Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Murid Berani Melawan Guru?

Kasus murid melawan guru sudah menjadi hal yang seperti lumrah terjadi pada masa sekarang, dimana saja selalu ditemukan berita serta penampakan di jejaring media sosial dari tingkah murid yang sangat tidak beretika kepada gurunya.

Apakah murid dijaman sekarang sudah tak menghormati gurunya.? atau memang perilaku melawan guru sudah menjadi trend dimasa kini.? mari kita telaah lebih dalam, apakah ini mutlak kesalahan murid atau mungkin kesalahan guru yang berakibat mewujudkan perlawanan dari murid-muridnya.

Penyebab Murid Berani Melawan Guru

Kenapa Murid Berani Melawan Guru


1. Sikap Guru
Ucapan, perilaku dan gerak-gerik seorang guru itu selalu diperhatikan oleh murid-muridnya, tidak heran jika setiap perkumpulan pelajar didalamnya kerap ada pembahasan tentang guru-gurunya, segala sesuatu yang ditampilkan guru akan menjadi penilaian murid.

Sikap guru yang tidak memberikan kenyamanan bagi muridnya akan berpotensi menjadikan murid berani untuk melawan ada beberapa sikap, seperti Tidak adil dalam memperlakukan murid, sikap yang tidak konsisten pada ucapan, sikap yang keras (ucapan dan tindakan), ini semua merupakan sikap atau watak yang tidak disukai semua murid, terutama bagi pelajar tingkat SMP dan SMA.

Sikap guru yang arogan bertindak sesuka hati dalam memperlakukan murid, dapat dipastikan hal ini tidak akan berlangsung lama, suatu saat akan mendapat perlawanan langsung dari murid-muridnya.

2. Manajemen Amburadul
Sekolah yang tidak memiliki manajemen yang jelas atau sudah punya panduan yang jelas namun guru tidak konsisten pada konsep managemen yang ditetapkan, ini juga berpotensi lahirnya perlawanan dari murid yang merasa tidak puas.

Terkadang dalam sebuah lembaga menjanjikan sesuatu kepada pelajar, seperti penyediaan beasiswa, hadiah atau janji-janji yang diumbar guru kepada murid, namun ternyata hal itu dilaksanakan, hal ini berpotensi menjadikan timbulnya perlawanan dari murid.

Banyak kasus terjadi pada lembaga pendidikan yang menuai protes langsung dari murid yang akhirnya berakibat kontak fisik antar murid dan guru.

3. Guru Tidak Bekerjasama
Dalam management sekolah sepatutnya dewan guru atau menjelis guru menjalin kekompakan dan saling menyokong satu sama lain,  namun terkadang ada kesenjangan yang sering ditemukan di sekolah yaitu guru bertindak untuk kepentingan pribadi, membela murid yang bersalah karena suatu kepentingan dan itu dilakukan secara terang-terangan, hal ini sangat berdampak negatif.

Dalam lembaga pendidikan dengan kondisi guru yang tidak bekerjasama akan menjadikan dampak buruk bagi perilaku murid.

Terkadang murid berani memunculkan sikap untuk membela seorang guru yang mendapati perlakuan kurang menyenangkan dari guru lain.

Selain itu, sikap guru yang suka mempengaruhi murid untuk tidak menyukai sosok guru lain atau sikap yang peduli dengan kepada murid yang merendahkan guru, hal ini akan menjadikan kesenjangan, akan memberikan kesan bahwa murid itu merasa dibela atau didukung untuk bertindak.

4. Faktor Keluarga
Kenapa Murid Berani Melawan Guru.? sebab lainnya adalah faktor lingkungan keluarga murid itu sendiri. murid yang sudah terbiasa memberontak dan melakukan perlawanan kepada orang tuanya umumnya di sekolah dia akan bersikap demikian.

selain itu ada juga kasus yang kerap terjadi para orang tua bersikeras membela anaknya jika terjadi permasalahan yang dilakukan anaknya di sekolah, meskipun itu jelas kesalahan anaknya namun orangtua bersikap menyalahkan pihak sekolah, dengan ini sang anak akan menjadi-jadi dan semakin berani melawan gurunya.

5. Sekolah Pengecut
Ada ratusan sekolah yang memiliki mental pengecut dalam peraturannya, biasanya ini terjadi di sekolah-sekolah bermental bisnis, takut kehilangan murid, khawatir projek sekolah jatuh akibat krisis pelajar, maka semua sistem mengutamakan (all for consumer). 

Kenapa disebut pengecut.? karena lebih mementingkan kuantitas, asal murid ada.

Semua untuk konsumen, biasanya sekolah seperti ini akan menghadapi krisis mental, peraturan kerap berubah dan pola pendidikan tidak berjalan lancar, murid melawan guru, murid melanggar peraturan itu sudah menjadi makanan sehari-hari, parahnya managemen dan sistem sekolah sudah diatur oleh konsumen (orangtua murid).

Oleh karena itu sekolah seperti ini dinamakan sekolah pengecut, terlihat dari luarnya baik-baik saja, namun di dalamnya banyak hal yang terjadi diluar akal sehat, terkadang sekolah yang notabennya agama pun berada didalam kondisi ini.

Pada jam ibadah sholat muridnya tidak perduli dan asik bermain, jam kelas para murid masih berani nyantai dan nongkrong, disana gurunya tidak berani berbuat banyak. biasanya hal buruk ini ditutupi dengan alasan pendidikan karakter, pendidikan yang tidak diharuskan dengan kekerasan, namun ternyata sekolah itu sudah berusia puluhan tahun dan tetap begitu saja keadaanya. 

Sekolah seperti ini selalu mengandalkan kalimat "long life education" pendidikan itu membutuhkan waktu yang panjang, sebenarnya ini hanya untuk pembelaan diri, namun faktanya produksinya tidak solid dengan program, setiap tahun begitu dan begitu terus, murid semakin manja dan berperilaku sesuka hati.

inilah penyebab Kenapa Murid Berani Melawan Guru. semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita, jangan sampai salah pilih sekolah untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran untuk anak-anak anda.

Posting Komentar untuk "Kenapa Murid Berani Melawan Guru?"